I stumbled upon these layouts
style=";left:0px;top:0px;"><1mg src="http://i91.photobucket.com/albums/k286/pulselayouts/pulselayouts.gif" alt="Myspace Layouts" border="0" />
HOME | SHOP | TOOLBAR | RADIO | SIGN UP | LOG IN | GAMES | VIDEOS | CLUBS | BLOGS | LAYOUTS | BROWSE | SEARCH | INVITE | HELP  
 Is Just 4 Fun   
  more than a blog__
Jenis-jenis Karangan

JENIS KARANGAN

 

1. NARASI:

Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Contoh narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.

Pola narasi secara sederhana: awal – tengah – akhir Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

 

Contoh narasi berisi fakta:

Ir. Soekarno

Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang

 

Contoh narasi fiksi:

Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

 

Langkah menyusun narasi (fiksi): Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.

 

2. DESKRIPSI

Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

 

Contoh deskripsi berisi fakta:

Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.

 

Contoh deskripsi berupa fiksi:

Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.

 

Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional Keadaan ruang praktik Keadaan daerah yang dilanda bencana

Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan Tentukan tujuan Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan Kembangkan kerangka menjadi deskripsi

 

3. EKSPOSISI:

Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

 

Contoh:

Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

 

Topik yang tepat untuk eksposisi, antara lain:

  • Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
  • Peranan majalah dinding di sekolah -Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.

 

Catatan: Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

 

Contoh paparan proses:

Cara mencangkok tanaman:

  1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
  2. Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
  3. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.

 

Langkah menyusun eksposisi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

 

4. ARGUMENTASI:

Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.

 

Contoh:

Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya: Disiplin kunci sukses berwirausaha, Teknologi komunikasi harus segera dikuasai, Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial.

 

Langkah menyusun argumentasi : Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi

 

5. PERSUASI:

Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.

 

Contoh persuasi:

Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.

 

Topik/ tema yang tepat untuk persuasi, misalnya: Katakan tidak pada NARKOBA, Hemat energi demi generasi mendatang, Hutan sahabat kita, Hidup sehat tanpa rokok, Membaca memperluas cakrawala.

 

Langkah menyusun persuasi:

  1. Menentukan topik/ tema
  2. Merumuskan tujuan
  3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
  4. Menyusun kerangka karangan
  5. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi
Posted: 6/7/2008 at 13:37Read 1005 times | 2 comments | Leave Comment 
Mana yang benar, FPI ataukah AKKBB?

Manakah yang benar, AKKBB ataukah FPI?

Menyikapi persoalan yang sedang hangat-hangatnya sekarang ini_yaitu penyerangan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang dilakukan oleh ormas Islam FPI (Front Pembela Islam)_terkadang kita cenderung bingung.

Siapapun tidak akan setuju dengan tindak kekerasan, Islam sangat melarangnya. Sebagai contoh, ketika Nabi Muhammad SAW dicerca, dimaki habis-habisan bahkan diancam dengan pembunuhan oleh orang-orang kafir Mekkah, apakah nabi membalasnya dengan hal serupa?, tidak, malah sebaliknya, Nabi berbuat baik kepada mereka, karena apa, karena Nabi tidak membenci orang-orang tersebut, Nabi hanya tidak suka dengan perbuatan mereka, oleh karena itu Nabi tetap berbuat baik kepada mereka. Dengan demikian kekerasan yang dilakukan oleh FPI sangat jauh dari ajaran Islam yang mulia. Dalam keadaan perangpun Islam mengajarkan untuk tidak menyerang lebih dulu sebelum musuhlah yang lebih dulu memulai, hal ini bukan berarti Islam lemah dan pengecut, tetapi justru untuk menunjukan betapa mulyanya Islam itu.

Mengenai kebebasan beragama dan berkeyakinan, di Indonesia hal ini memang dilindungi Undang-undang, di dalam Islampun demikian, tidak ada paksaan dalam agama (Islam). Tetapi lain kasusnya ketika seseorang berada dalam Islam (menganut Islam), maka baginya tidak berlaku lagi istilah kebebasan berkeyakinan, selain dari yang telah digariskan oleh Islam (Al Qur’an dan As Sunnah) karena Islam merupakan suatu sistem yang sangat sempurna, tidak ada yang lebih baik dari Islam.

Dengan demikian, ketika Ahmadiyah mengatakan mempunyai Nabi selain Muhammad SAW, ketika Lia EdenMusodek mengaku dan mendeklarasikan dirinya adalah Nabi, maka semua itu tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan undang-undang Islam (Al Qur’an dan As Sunnah). Tetapi mereka mengatakan bahwa mereka juga bersumber dari Al Quran, nah di sinilah letak kesalahan awal mereka yang menyebabkan kesalahan demi kesalahan dan seterusnya akan salah. menganggap dirinya sebagai tuhan, ketika

Mereka yang telah menyimpang itu menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan kehendak mereka, menurut versi mereka dengan berdalih kebebasan, selalu kebebasan yang menjadi senjata mereka untuk membenarkan sebuah penyimpangan. Ketika seorang advokat hukum terkemuka mengatakan ”perbedaan itu bagian dari kebeasan, tidak perlu dilarang yang mengartikan Al Qur’an atau apapun semau kehendak mereka, itu hak azasi manusia”. Memang di sinilah masalahnya, ketika kita hendak meluruskan suatu penyimpangan, kita akan dihadapkan dengan HAM.

HAM adalah alat orientalis barat yang salah satu orientasinya adalah bahwa kebenaran ialah menurut tolok ukur manusia, oleh karena itu ketika suatu kelompok membenarkan sesuatu yang salah, maka sesuatu itu akan benar menurut kelompok itu, ketika suatu golongan menafsirkan Al Quran dengan penafsiran yang menyimpang, maka hal itu akan dianggapp benar oleh mereka. Hal ini merupakan orientasi barat yang mengatakan bahwa kebenaran adalah manusia, dan itu artinya sesuatu yang salah tetapi telah disepakati oleh kebanyakan orang, maka akan menjadi benar, lesbian, dan homoseks akan dibenarkan karena banyak yang menganggap benar hal tersebut, bahkan bisa jadi akan diundang-undangkan dalam suatu negara.

Ketika seseorang menulis suatu buku yang sangat bagus isinya, kemudian saya baca buku itu, saya kacaukan isinya, saya tulis kembali dan saya publikasikan menurut versi saya dengan mengatasnamakan penulis yang sesungguhnya. Nah, apakah penulis buku itu rela bukunya saya acak-acak? ”oh iya silakan saja anda jadikan saja buku itu sesuai dengan yang anda inginkan”, apakah begitu kedengarannya? Lucu sekali bukan.

Oleh karena itu, ketika segelintir orang, sekelompok manusia baik itu AKKBB, Ahmadiyah atau siapapun dan dengan dalil apapun_mereka menodai Islam, mengacak-acak Al Qur’an kemudian mengaku diri mereka Islam, maka umat Islam akan tersakiti dengan hal ini, tidak akan rela, tidak ada artinya tersakitinya fisik gerakan AKKBB bila dibandingkan dengan sakitnya umat Islam sekarang ini. Mana kebebasan, mana HAM? Tidak ada, tidak ada kebebasan yang menyakitkan, tidak ada HAM yang menyakiti, tidak ada kebebasan dan HAM mengganggu sebuah hal yang prinsipil. Tetapi yang ada adalah KAM, Kewajiban Azasi Manusia, kewajiban untuk mematuhi sesuatu yang telah digariskan dengan begitu indah dan sempurna, kewaiban untuk menjaganya (Al Qur’an dan As Sunnah) dari orang-orang yang selalu menuntut HAM.

FPI mewakili tersakitinya umat Islam, tetapi siapa sangka tindakannya malah menambah sakit Umat Islam, sehingga wajar jika banyak yang membenci FPI.

Pada akhirnya, marilah kita menjauhi orientasi barat yang menganggap kebenaran adalah menurut manusia, yang telah terbukti banyak menimbulkan perpecahan_untuk menuju kebenaran hakiki yang telah digariskan oleh Allah dalam undang-undang yang sungguh sangat sempurna yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.

Wallahu A’lamu Bisshowab

Posted: 6/7/2008 at 13:19Read 50 times | 1 comment | Leave Comment 
  Ismail 
20 years old
Male
Serang, Indonesia
Hometown: serang


Last Login: 2/17/2009

Purchase Ismail
View My: Blog | Pictures | Videos | Layouts
  SUBSCRIBE
  USER OPTIONS
  RECENT BLOG ENTRIES
Jenis-jenis Karangan
Mana yang benar, FPI ataukah AKKBB?
  BLOG ARCHIVES
2008
June

HOME | PRIVACY POLICY | TERMS OF SERVICE | REPORT CONTENT | CONTACT YUWIE | SPAM
©2007-2009 Yuwie.com